Tuesday, August 30, 2005

Tuesday, August 23, 2005

Satu Yang Hilang

Malam telah jatuh, tinggal tangan sibuk meraba
Menerpa apa yang ada, hilang satu indera
Kukatakan, Tuhan, dimanakah sahabatku dalam gelap?
Didingin batu kuterdiam menunggu harap

Harap tak kunjung datang, pula sahabatku
Terseok kupaksa melangkah, menopang beban tubuhku
Impianku, ada sahabatku diantara rumah-rumah yang kukotori dengan kumuh tubuhku
Namun lelapku tak bermimpi